Doa Buka Puasa yang Shahih
Mulai dari sekarang mari kita amalkan doa buka puasa yang benar dan memiliki dasaran hadist yang jelas, supaya amalan kita dibangun dengan dasar keilmuan yang benar dan mendapat ridho dari Allah

Bacaan Doa Buka Puasa yang Shahih dan Penjelasannya

Bacaan Doa Buka Puasa – Tahukah Anda kalau ternyata doa buka puasa “Allahummalakasumtu” yang selama ini kita baca saat berbuka puasa atau yang sering kita dengar pada media televisi ataupun radio saat ramadhan ternyata memiliki periwayatan hadits yang dhaif. Nah maka dari itu untuk kesempatan kali ini kami akan sedikit memberikan penjelasan mengenai doa puasa yang benar sesuai sunnah supaya kita semua bisa mempelajarinya.

Sudah tidak heran lagi kalau kebanyakan dari kita membaca doa buka puasa yang Allahummalakasumtu, itu karena sejak kecil baik di sekolah maupun di tempat mengaji di suguhi doa tersebut dan saya pribadi juga menggunakan doa tersebut karena memang sudah menjamur di fikiran. Tapi setelah membaca baca di beberapa sumber di internet ternyata doa buka puasa tersebut bersumber dari hadits yang lemah (dhaif), sedangkan yang shahih atau yang benar adalah bacaan doa buka puasa dzahabaz.

Doa Buka Puasa yang Sudah Melekat di Masyarakat Luas (Doa yang Lemah Dalilnya)

Berikut ini adalah 2 lafazh doa buka puasa yang sudah banyak dihafal oleh masyarakat luas:

Lafazh Doa Pertama:

 

اللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْت

Bacaan Latin: ALLAHUMMA LAKASUMTU WA ‘ALA RIZQIQA AFTORTU

Artinya: Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.

Untuk doa di atas bersumber dari hadits yang lemah (dhaif), dan berikut ini adalah dalilnya:

عَنْ مُعَاذِ بْنِ زُهْرَةَ، أَنَّهُ بَلَغَهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ كَانَ إِذَا أَفْطَرَ قَالَ: اَللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَ عَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

Yang Artinya: “Dari Mu’adz bin Zuhrah, sesungguhnya telah sampai riwayat kepadanya bahwa sesungguhnya jika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berbuka puasa, beliau membaca (doa), ‘Allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika afthortu-ed’ (ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rezeki-Mu aku berbuka).” [ Lihat Shahih wa Dhaif Sunan Abi Daud, Kitab ash-Shaum, Bab al-Qaul ‘inda al-Ifthar, hadits no. 2358 ]

Hadits diatas diriwayatkan oleh Abu Daud, dan dinilai sebagai hadits yang lemah (dhaif) oleh Syekh al-Albani dalam Shahih wa Dhaif Sunan Abi Daud.

Mua’dz ini tidaklah dianggap sebagai perawi yang tsiqah, kecuali oleh Ibnu Hibban yang telah menyebutkan tentangnya di dalam Ats-Tsiqat dan dalam At-Tabi’in min Ar-Rawah, sebagaimana al-Hafizh Ibnu Hajar berkata dalam Tahdzib at-Tahdzib (8/224). Dan seperti kita tahu bersama bahwa Ibnu Hibban dikenal oleh para ulama sebagai orang yang mutasahil, yaitu bermudah-mudahan dalam menshohihkan hadits.

Lafazh Doa Kedua:

Untuk doa kedua terdapat tambahan bacaan “WA BIKA AAMANTU” yang ternyata tidak diketahui sanadnya, tapi makna dari lafazh doa ini adalah shahih [lihat Mirqotul Mafatih, 6/304]. Dan berikut ini doanya:

اللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْت

Bacaan Lain: ALLAHUMMA LAKA SUMTU WA BIKA AAMANTU WA ‘ALA RIZQIKA AFTHORTU.

Artinya: Ya Allah, kepada-Mu aku berpuasa dan kepada-Mu aku beriman, dan dengan rizki-Mu aku berbuka.

Dari ke 2 doa di atas sama sama memiliki periwayatan hadits yang dhaif, Jadi alangkah baiknya kalau mulai sekarang kita menggunakan doa buka puasa yang benar atau yang sesuai dengan hadits yang shahih, Berikut ini do’anya:

Doa Buka Puasa yang Shahih

Berikut ini adalah 2 lafazh doa buka puasa yang shahih:

Lafazh Doa Pertama:

 

ذَهَبَ الظَّمَأُ، وابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وثَبَتَ اْلأَجْرُ إِنْ شَاءَاللهُ

Bacaan Latin: DHAHABATHOMA U, WABTALATIL ‘URUQU, WATSABATAL AJRU INSYAA ALLAH

Artinya: Telah hilanglah dahaga, telah basahlah kerongkongan, semoga ada pahala yang ditetapkan, jika Allah menghendaki](Hadits shahih, Riwayat Abu Daud [2/306, no. 2357] dan selainnya; lihat Shahih al-Jami’: 4/209, no. 4678).

Hadits tersebut diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma. Diawal hadits terdapat kalimat, “Abdullah bin Umar berkata, ‘Jika Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam berbuka puasa, beliau berucap…”

Doa buka puasa shahih yang pertama ini tidak di baca sebelum kita membatalkan puasa (makan dan minum) tapi doa tersebut kita baca setelah selesai makan dan munum karena maksud dari kata ” إذا أفطر ” adalah setelah, sedangkan sebelum kita makan atau minum saat berbuka puasa tetap membaca “Bismillah” sesuai dengan sabda Rosulullah Shallallahu’alaihi Wasallam berikut :

إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى فَإِنْ نَسِىَ أَنْ يَذْكُرَ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى فِى أَوَّلِهِ فَلْيَقُلْ بِسْمِ اللَّهِ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ

Yang Artinya: Apabila salah seorang di antara kalian makan, maka hendaknya ia menyebut nama Allah Ta’ala. Jika ia lupa untuk menyebut nama Allah Ta’ala di awal, hendaklah ia mengucapkan: “Bismillaahi awwalahu wa aakhirohu (dengan nama Allah pada awal dan akhirnya) . (HR. Abu Daud no. 3767 dan At Tirmidzi no. 1858. At Tirmidzi mengatakan hadits tersebut hasan shahih. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits tersebut shahih)

Lafazh Doa Kedua:

Adapun doa yang lain yang merupakan atsar dari perkataan Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash radhiyallahu ‘anhuma adalah

اَللَّهُمَّ إنِّي أَسْألُكَ بِرَحْمَتِكَ الَّتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ، أنْ تَغْفِرَ لِيْ

Bacaan Latin: ALLAHUMMA INNI ASALUKA BIROHMATIKALLATII WASI ‘AT KULLA SAIIN, ANTAGHFRALI

Artinya: Ya Allah, aku memohon rahmatmu yang meliputi segala sesuatu, yang dengannya engkau mengampuni aku](HR. Ibnu Majah: 1/557, no. 1753; dinilai hasan oleh al-Hafizh dalam takhrij beliau untuk kitab al-Adzkar; lihat Syarah al-Adzkar: 4/342)

Itulah doa buka puasa yang shahih dan yang dhaif beserta haditsnya yang dapat kami bagikan, semoga bisa menambah ilmu pengetahuan untuk kita semua, dan kalau ada kesalahan kata atapun yang lainnya mengenai tulisan ini silahkan berikan komentar dibawah supaya kami bisa segera memperbaikinya.